Diary Mahasantri Semester Akhir


Dear My Son and My Daughter

Nak, tulisan ini ibu tulis sambil mendengarkan lagu berjudul “You’re The Reason” pada 14 Sya’ban 1441 H bertepatan dengan hari Rabu, 8 April 2020, tepat dimana gerbang pesantren ibu mulai dibuka setelah hampir 14 hari ibu dan teman-teman santri di Lockdown tidak boleh kemana-mana. Disini ibu hanya ingin bercerita kepada kalian, masa-masa pandemic ini, ketika semua teman-teman kampus ibu sudah pulang sejak awal pertengahan Maret 2020 agar tidak tercemar wabah pandemic ini, karena saat berita mulai menyebar, Malang, kota tempat ibu studi ditetapkan sebagai zona merah, Nak. Jumlah positif covid-19 terbesar setelah Surabaya di wilayah Jatim. Covid-19 itu Corona Virus Disease, Nak. Virus yang berasal dari hewan (khususnya kelelawar), kemudian menular ke manusia, dan akhirnya menyebar dan menular dari manusia ke manusia. Virus ini muncul di kota Wuhan, China, akibat mereka suka makan hewan mentah, terlebih hewan yang haram di makan (dalam hal ini kelelawar). Akhirnya virus ini menyebar hampir ke seluruh dunia, Nak. Bahkan, beberapa Negara menutup akses keluar-masuk ke atau dari Negara lain, seperti Arab, pada tahun ini, Tanah haram benar-benar sepi, Nak. Tidak ada jamaah yang Thowaf. Ibadah Haji benar-benar disterilkan dulu untuk mencegah penyebaran virus ini.

Nak, saat virus ini benar-benar menyerang Negara kita, rasanya Negara kita ini sedang porak-poranda. UN dibatalkan, SNMPTN, SBMPTN, UMPTKIN dan sejenisnya diundur, hampir semua toko, mall dan kampus di Malang benar-benar steril, sepi dan serba waspada. Itulah kenapa, teman-teman ibu semuanya pulang ke kampung halaman masing-masing. Hampir semua pesantren di sekitar Malang juga sudah memulangkan santrinya seperti teman ibu, Mbak Nia yang nyantri di Fathimiyyah, Afafa yg nyantri di Al-Barokah, adek tingkat ibu yang nyantri di Pondok Gading juga resmi dipulangkan pada tanggal 5 April 2020. Entah, ibu merasa sendirian di Malang ini, merasa hanya pesantren ibu saja yang masih aktif seperti tidak apa-apa. Sebenarnya ibumu ini juga ingin pulang, di Pasuruan, InsyaAllah aman dari virus ini, tapi apalah daya. Ibumu ini mung santri, ate manut sopo lek ndak manut dawuh pengasuh dan kyai. Ibu hanya membesarkan hati dan melapangkannya, siapa tahu itu adalah jalan barokah dari abah Kyai. Kita tidak pernah tahu, jalan barokah itu dimana, Nak, kita hanya bisa terus berusaha untuk mencari jalan barokah itu.

Nak, ibu juga ingin bercerita perihal tugas akhir ibu. Ibu sedang mengerjakan kewajiban itu. tapi ibu sama sekali belum mengerjakan apa-apa hingga detik ini. Malas dan bingung masih mendominasi. Ibu masih ingin sekolah, ibu belum siap membuka mata untuk tahu eksistensi real of life. Ibu takut, Nak. Ibumu saat ini masih sangat kekanakan, egois, selalu mau dituruti, mendominasi dan terpenting, ibu masih ingin menjelajah, travelling, tour, main, melakukan banyak hal baru, bertemu dengan banyak orang baru dengan kepribadian yang majemuk, serta mencari banyak pengalaman baru, biar bisa ibu ceritakan kepadamu setiap kamu menjelang tidur. Ibu ingin punya banyak cerita, pengalaman, dan buku untuk kalian. Itulah kenapa, ibumu ini ndak gupuh ngerjakan skripsi. Sebetulnya, Ibu juga selalu ditanya sama paman dan budhe-budhemu, “Tinggal semester ini kan kuliahnya?”. Pertanyaan menusuk itu kerap menghantui ibu, dan ibu selalu menjawab “Tapi skripsi Eva belum selesai”, dan entah.. di sisi lain ibu merasa diuntungkan dengan adanya wabah ini, ibu jadi punya alasan kenapa tugas akhir ibu belum selesai hingga detik ini. Maafkan ibumu, nak. Masih sangat egois sekali. Semua itu karena ibu masih takut, suatu hari nanti mungkin kamu juga akan mengalami hal yang ibu rasakan, tapi ibu berharap kamu bisa menyikapinya dengan lebih dewasa. Maafkan ibumu, bahkan sebelum kamu lahir, bahkan sebelum ibu tahu dan bertemu who’s your father?, tetap. Maafkan ibu. I love you more than words, Nak. Ibu do’akan, semoga kamu punya ayah yang mengerti, sabar, tanggung jawab dan care.

Tulisan ini ibu tulis, agar suatu hari nanti terkenang menjadi kisah yang menyimpan pelajaran untuk kita semua.
Ibu ingin menceritakan kisah ini, sebagaimana nenekmu dulu suka menyuguhkan cerita kepada ibu.

Love you my son and my daughter.

Malang, 08 April 2020
Regards from your mommy

Eva_

Komentar

Postingan Populer