Pasal Aamiin Aamiin

Siul burung pagi ini mungkin tidak menyerupai burung 21 tahun silam
namun, aroma berkahnya ku semogakan senantiasa semerbak tercium hingga ke dasar jiwa
membungkam sepi dan mematikan sunyi
aku tahu, kita tidak lagi searah
di ujung jalan sana, ada percabangan layaknya pada hukum I kirchoff
dan aku mendengar ketika waktu mengumandangkan bahwa
"kita harus berpisah"
jika kata "andai" boleh aku keluhkan
maka, akan banyak bermunculan "andai" dari bungkamku
seperti "Andai saja waktu bisa kembali setelah lama kita gadaikan"
atau "Andai saja kita bisa kembali mendalami tawa masing-masing seperti 10 tahun silam"

Sahabat, aku juga tahu
kita tidak lagi saling mengungkap kabar
tidak lagi saling menggenggam asa
pun, aku juga tak tahu harus mendoakanmu seperti apa
karena, aku sudah tiada menerima angin menyampaikan pesanmu kepadaku;
perihal apa yang sedang engkau panjatkan kepadaNya dalam malam-malammu
dayaku hanya mampu mengkokohkan Aamiin Aamiinmu
Menirukan suara Aamiinmu dalam malam-malamku
Siapa tahu, salah satu dari Aaminku mampu membersamai Aamiin Aamiinmu, hingga Tuhan menjodohkan kita sebagai Sahabat SurgaNya; Aaamiin..

Sahabat;
Hari ini, dimana hari yang ku yakini bahwa kita akan semakin menua
Tetaplah menjadi sahabatku
Tetaplah saling menguatkan dalam do'a
Aku; rapuh
Tanpa sambungan do'amu

Pun di hari ini, hari istimewamu
dimana bebunga berhampuran mekar memenuhi senyummu
Aku panjatkan do'a dalam hatiku
Aku tak ingin menuliskannya disini, karena aku ingin Tuhanku langsung yang mendengarnya tanpa sesiapapun tahu
Karena kita, bagiku begitu sakral

Sahabat, sekian dariku..
dan sekali lagi, selamat mengulang tahun
berbahagialah seperti bahagia orang-orang yang menyambutmu 21 tahun silam


Pasuruan, 31 Mei 2020
Dear My Close Friend, 


Yang Mengulang Tahun
Leader Of GBD



Komentar

Postingan Populer