Rindu yang Mulai Pasang
Jika
air yang menyusuri tepian pantai adalah pasang
Maka
itu adalah rindu yang menjelang
Merambat
melewati perbukitan yang terbentang
Coba
suarakan!
Akan
menggema!
Coba
ejakan!
Akan
menggunung!
Begitulah
cara alam menyampaikan segenap sisa rinduku
Ditaburnya
namamu dalam bait-bait do’aku
Terkadang
aku tak sadar, namamu lantas tersebut
Mengharu
biru dalam aksara yang terlanjur terlontar
Oleh
lancangnya mulut dan hati yang saling mengadu
Mohon
maaf untuk hati yang lancang
Jika
kau tak berkenan, boleh kau telusuri tepian pantai yang surut
Untuk
mengusir rinduku yang terlanjur berturut-turut
Akan
ku simpan dan ku besarkan sendiri mereka
Sampai
engkau menyadari
Bahwa
kau akan kelelahan, mengusir rinduku.
Pesantren
Luhur Malang, 27 Februari 2019.
-dewimunfachiroh1-
Komentar
Posting Komentar