Level Kuantum
Apa kau pernah mendengar suara tangis paling merdu?
Ya, itu tangisku
Aku sendiri terheran
Bagaimana bisa air mata itu mengalir dengan lantangnya dan berirama
Aku patah, seperti sedang melepaskan dahan yang begitu mencengkeram awalnya
Namun tetiba patah dan terjatuh
Lunglai dan tak lagi berlabuh
Aku tiada kuasa mengutuk siapapun kala itu
Ketika lembayung senja mengucap kata perpisahan
Maka, yang akan kita wariskan hanyalah sebuah dentuman sajak
Yang akan tetap terngiang sebagai isyarat bahwa kita pernah berjarak
Pada angka yang hingga saat ini tetap membuat kita berjejak
Aku terhanyut
Pada barisan kata yang semakin saling bersambut
ketika perpisahan akan berlutut dihadapan takdir
maka saat itu tiba, kita tidaklah akan mendengar suara tangis yang merdu
melainkan suara tangis yang berubah menjadi haru
sebab kuasa Tuhan Maha Segala, Deterministik dan Absolut
Begitulah caraNya merampungkan kisah suara tangis paling merdu itu
Satu hal yang ku petik dari hadirmu
Aku mengetahui bagaimana sistem bekerja
Bahkan, dalam level kuantum sekalipun
Bagaimana tangis paling merdu menjadi tangis paling haru
Bagaimana energi terendah sekalipun mampu berseru
Dan memenangkan posisinya
Akhirnya, untuk setiap mili air mata yang terjatuh
Telah ku cukupkan jatuhnya untuk melayarkan kapal agar segera berlabuh
Datang dan menetap pada satu kata, yaitu cinta.
@dewimunfachiroh1
Malang, 10 Januari 2020
Ya, itu tangisku
Aku sendiri terheran
Bagaimana bisa air mata itu mengalir dengan lantangnya dan berirama
Aku patah, seperti sedang melepaskan dahan yang begitu mencengkeram awalnya
Namun tetiba patah dan terjatuh
Lunglai dan tak lagi berlabuh
Aku tiada kuasa mengutuk siapapun kala itu
Ketika lembayung senja mengucap kata perpisahan
Maka, yang akan kita wariskan hanyalah sebuah dentuman sajak
Yang akan tetap terngiang sebagai isyarat bahwa kita pernah berjarak
Pada angka yang hingga saat ini tetap membuat kita berjejak
Aku terhanyut
Pada barisan kata yang semakin saling bersambut
ketika perpisahan akan berlutut dihadapan takdir
maka saat itu tiba, kita tidaklah akan mendengar suara tangis yang merdu
melainkan suara tangis yang berubah menjadi haru
sebab kuasa Tuhan Maha Segala, Deterministik dan Absolut
Begitulah caraNya merampungkan kisah suara tangis paling merdu itu
Satu hal yang ku petik dari hadirmu
Aku mengetahui bagaimana sistem bekerja
Bahkan, dalam level kuantum sekalipun
Bagaimana tangis paling merdu menjadi tangis paling haru
Bagaimana energi terendah sekalipun mampu berseru
Dan memenangkan posisinya
Akhirnya, untuk setiap mili air mata yang terjatuh
Telah ku cukupkan jatuhnya untuk melayarkan kapal agar segera berlabuh
Datang dan menetap pada satu kata, yaitu cinta.
@dewimunfachiroh1
Malang, 10 Januari 2020
Komentar
Posting Komentar