Kota Malang Tak Lagi Menjadi Kota yang Malang


Kota Malang Tak Lagi Menjadi Kota yang Malang

Malang tak lagi menjadi kota yang malang,
Sebab temu telah bermuara
Sebuah bingkai temu yang tiada tersketsa sebelumnya
Pun sebuah bingkai temu yang menjadikanku berada pada tanda titik
Yang menjadikan langkah dan segenap rasaku berhenti di Malang

Malang, kota yang kini tak pantas di sematkan dengan sebutan Malang
Karena hal apa yang tiada di kota ini
Suguhan cinta setiap hari tersaji hangat di atas meja
Kepulan aroma kasih setiap waktu tercium oleh indera
Lilitan kisah indah hingga misteri senantiasa membara
Apalagi yang kurang?

Malang, kota yang ku identikkan denganmu
Dan kota yang menciptakan temu
Membuat rasa yang hampa menjadi nyata
Diperbesar dan tegak
Setegak tugu api di bundaran balkot wali kota
Tempat nyaman untuk berbagi resah, bukan?

Sekali lagi ku katakan
Malang, kota yang kini tak pantas di sematkan dengan sebutan Malang
Sebab kau dan aku telah ditemu
Kota yang menjadi temu itu ada
Dan kota yang menciptakan segenap ekspektasi dan yang namanya harap tak bisa dipungkiri

Dirgahayu Malang, sebuah tanah rantau yang merubah laju pikirku tentang dunia
Dirgahayu Malang, sebuah ruangwaktu yang menjebakku bertemu dengannya
Dirgahayu Malang, sebuah tempat yang menumbuhkan dan mengembangkan rasa
Dirgahayu Malang, kota pendidikan. Semoga semakin yang menjadi kiblat pendidikan di Jawa Timur



Malang, 2019
(Puisi yang ku tulis saat hari jadi kota Malang, tapi salahku, aku lupa menulis tanggal puisi ini ditulis. Maaf)





Komentar

Postingan Populer