Kisah Pendek Part 2
Hampir semua hal terasa sukar. Entah apa hanya saya yang menilainya sukar, atau orang lain pun demikian?
Beberapa hal mulai terasa seperti menghambat. Saya jadi tersadar, pantas saja semua orang senantiasa mendoa’akan “Semoga lancar sampai hari H” ketika mengetahui orang lain akan menikah. Ternyata, godaan dan sedikit ujian menghadapi pernikahan itu memang ada. Entah ujian itu datangnya ke kita, calon kita, atau bahkan ke keluarga kita. Adaa saja. Dan ujian itupun dapat menyerupai berbagai rupa. Tidak terprediksi.
Fyuh! Harusnya saya ‘Aamiin-i’ betul-betul do’a-do’a yang mendo’akan kami (saya).
Astaghfirullahal’adziim.
Beberapa hal terasa berat, saya tidak ingin memaksakan sesiapapun. Saya pasrah saja. Mungkin memang belum sesuai dengan keinginan saya, tapi tidak apa. InsyaAllah saya legawa. Kelapangan hati itu penting, karena berhubungan langsung dengan kesehatan jasmani kita. Menerima apapun dengan bahagia adalah sebuah key untuk memberikan asupan positif ke semua organ tubuh kita. Ya sudahlah, namanya juga kehidupan. Pasti ada ujiannya. Manusia yang takut sebelum melangkah adalah orang yang lemah. Calm down, Eva!
Ya Allah, berikanlah kami kelancaran, keridhoan serta keberkahan dariMu atas pernikahan kami. Lancarkan, gangsaraken, Ya Allah.
Paringi kebahagiaan kagem sedanten yang menyelenggarakan, hadir dan mendo’akan kami, Ya Allah..
Innaka Samii’ud Du’aaa..
Pasuruan, 28 Juli 2021
Komentar
Posting Komentar