Percakapan Jarak Jauh

Demi seutas senja yang ditulisNya dengan cahaya keemasan
menyaksikannya berlenggak di punggung langit adalah kekaguman
mengabadikannya dengan sebuah jepretan kamera adalah kenangan
menikmatinya bersama tangan, sepasang mata dan senyuman yang lain adalah kebahagiaan
menantikannya kembali pada peraduan adalah ungkapan selamat tinggal yang teramat menyeka durja
akan tetapi, bukankah senja akan kembali esok dan mengajakmu bersua di tempat yang sama?
di punggung langit yang teramat dalam
di dalam air mata yang berguguran

"Senja, tempatmu disana" tunjukku
Dia membalasnya dengan penuh irama lara
"Aku akan baik-baik saja, disini" tambahku (lagi)
Dan senja mengayunkan langkahnya, menjauh
Aku mengiringinya

............................................................

*Tulisan ini belum usai, ada bagian penutup yang belum saya tambahkan karena lantunan Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil Aliyyil Adziim sudah berkumandang

Komentar

Postingan Populer