Kesal Bukan Berarti Sesal

Dear laki-laki pertama yang ku panggil dengan sapaan ayah, abi.

Aku terlampau terlambat menyadari begitu besar peran seorang ayah bagi putrinya. Aku terlampau terlambat menyadari itu..

Aku terlampau terlambat merasakan sedihnya

Begitu banyak kasih sayang yang tercurah untukku, sampai aku tidak menyadari perasaan sedih yang seharusnya aku rasakan sejak dulu tanpa hadirmu, di sisiku. Ternyata ibu, mama, ayah Hadi dan semua kakak-kakaku begitu pandai menggenapi apa yang terasa ganjil, sampai aku tidak pernah mengeluhkan ketiadaanmu di sisiku.

Wahai laki-laki pertama yang ku panggil dengan sebutan ayah, abah.

Aku tidak pernah menuntutmu apa-apa, peranmu banyak digantikan oleh ibu, mama, ayah Hadi dan semua kakak-kakakku. Aku harap engkau dapat memintakan kebahagiaan kepadaNya untuk mereka semua yang selama ini telah membersamaiku. Aku sama sekali tidak membecimu, ayah. Tidak. Berterimakasihlah kepada manusia-manusia hebat yang selama ini membersamaiku, mereka membuatku tidak membenci siapapun, termasuk engkau. Aku selalu mendo’akanmu, tanpa kau pinta, aku selalu mendo’akanmu. Semoga Allah mengampuni semua khilaf dan menerima semua ibadahmu. Aku tahu betul ayah, kau orang yang baik. Itulah kenapa, semoga Allah SWT mengasihimu dan mengumpulkanmu bersama dengan orang-orang yang engkau kasihi. Aamiin, Allahumma Aamiin.

Sekarang hari jum’at ayah. Apa kau masih ingat kapan tepatnya aku lahir? right, your daughter.

 

Sincerely,

Eva-

Komentar

Postingan Populer