Benang Merah
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Selamat siang. Di jam istirahat ini aku ingin menulis sebuah pendapat, atau sebuah aspirasi dari gadis kecil yang bernama inisial DM. Eh, bukan Direct Message yaa.. hehe.
Disini saya ingin mengatakan sebuah pengakuan tentang tindak diskriminasi yang terkadang dilakukan oleh orang-orang dikampung saya. Tapi, sepertinya kata "Diskriminasi" terkesan sangat kejam ya, enggaa.. yang mereka lakukan tidak sekejam itu kok. engga. hanya saya kurang tahu apa bahasanya. intinyaa..
Dewasa ini, orang-orang suka lupa pada akar. entah hal itu disebabkan karena pesatnya perkembangan teknologi atau karena kita dipaksa harus terbiasa untuk mengikuti era revolusi industri 4.0. Sehingga banyak hal yang susah disatukan dan dibedakan. dan salah satunya adalah..
banyak orang yang membuat klasifikasi jenis ilmu. kita perumum jadi 2 jenis yaa.. ini yang sering mereka katakan pada saya. pertama, ilmu agama. kedua, ilmu umum.
saya jadi merenung, apa itu ilmu agama dan ilmu umum?
secara sederhana, ilmu agama mencakup ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ketauhidan, syariat, muamalah, dll. atau kita kerucutkan lagi dengan menyebut subjeknya saja yaa, seperti Fiqih, Nahwu Shorrof, Ushuluddin, Tarikh, Aqidah, Risalah, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Bayan, Mantiq, Balaghah dls. Sedangkan yang katanya Ilmu Umum meliputi; Matematika, Bahasa, Biologi, Kimia, Fisika, Geografi, Klimatologi, Ekonomi, Akuntansi, Astronomi, Ilmu Teknik dls.
sehingga, mau tidak mau, saya disebut-sebut sedang mempelajari ilmu umum. sekarang saya ingin menanyakan hal yang simpel saja, sumber segala ilmu itu apa?
kita semua sudah tau kan, sumber segala ilmu adalah Al-Qur'an. baik itu ilmu yang mempelajari tentang kemanusiaan (Kedokteran, Psikologi dll), ilmu alam (Fisika, Kimia, Matematika, Bilogi dll), ilmu sosial (humas, komunikasi, parenting dll), ilmu teknologi (teknik informatika, teknik komputer, teknik elektro, teknik sipil dll) dan berbagai cabang ilmu lainnya bersumber dari Al-Qur'an. Lantas, kenapa kita masih terkotak kotakkan dengan pemikiran adanya sekat antar-ilmu, sehingga tak sadar kita membuat separasi ilmu umum dan ilmu agama. kenapa kita melakukan hal itu?
apakah dasar dari pemikiran tersebut disebabkan karena ilmu umum berasal dari barat? atau karena dikembangkan oleh bangsa barat? benar seperti itu?
sekarang kita buang jauh-jauh pemikiran sekat antar-ilmu itu. persiapkan diri kita masing-masing untuk bertafakkur dan mentadabburi isi Al-Qur'an.
Namun sebelumnya mohon maaf atas keterbatasan saya. Disini saya hanya mampu menyajikan pemikiran dalam bidang Fisika yang kerap disebut sebagai ilmu umum paling fundamental karena beberapa alasan, namun disini saya tidak akan membahas mengapa ilmu Fisika dikatakan demikian.
Baiklah, kita mulai. Dalam Fisika banyak mengkaji mengapa fenomena alam ini terjadi, kenapa dan bagaimana serta implikasi dari adanya fenomena tersebut. dalam keseharian saja, sendok besi tenggelam jika dimasukan ke air. berbeda dengan gayung plastik yang akan mengapung jika dijatuhkan ke air. Dalam Fisika, hal remeh seperti ini dipelajari, mengapa bisa terjadi. dan untuk menjelaskan fenomena tersebut, sangat perlu untuk menggunakan formula yang berasal dari data atau hasil eksperimen. setelah diketahui penyebab dan alasan terjadinya fenomena tersebut, dapatlah kita menciptakan kapal laut yang begitu besar untuk mengangkut manusia-manusia. dan sekarang pertanyaannya, kapal laut terbuat dari Baja (material yang lebih kuat dari Besi), kenapa tidak tenggelam ketika melintasi laut? yaa.. itulah Fisika. implikasi dari drama sendok besi dan gayung plastik, sehingga manusia mampu menciptakan kapal laut yang besarnya macam tuh.
Oke, kita kembali ke topik. Mengapa banyak elemen manusia yang mengatakan fisika adalah ilmu umum? apa karena Nicola Tesla, Einstein, Schrodinger, Hawking, Curie, Maxwell, Isaac Newton dan pemuka pemuka fisika lain bukan Muslim? benarkah begitu? Jika memang iya, mari kita flashback atau bernostalgia ke dinasti Abbasiyah, tepatnya ke zaman kekhalifahan Harun Ar-Rasyid. Seluruh dunia telah mengenal Ibnu Sina, Al-Kindi, Al-Jabar, Al-Khawarizmi, Al-Biruni dan seluruh ilmuwan-ilmuwan Muslim lainnya. Saya ingin bertanya, siapakah mereka? Yaah, tepat. beliau-beliau merupakan ulama' yang saintis atau bahasa famousnya ilmuwan muslim. apakah pantas orang yang bergelut dalam bidang ilmu umum disebut sebagai ulama'? hmm.. saya rasa kurang pantas. tapi dunia tahu bahwa beliau-beliau merupakan ulama muslim yang menekuni ilmu umum seperti fisika, astronomi, matematika, kimia dls. Pikiran kita terlalu sempit jika melupakan akar dari ilmu saat ini kita sebut sebagai ilmu umum.
lantas, siapa Hawking, Einstein, Schrodinger dkk tersebut?
Mereka adalah orang yang mungkin "tekun" untuk belajar fisika. sehingga mereka mampu meletakkan pondasi dalam fisika. dan mungkin hal itu yang melambungkan namanya, sehingga namanya mendunia dalam bidang fisika. dan itu wajar, karena Allah Maha Adil. Siapa yang berusaha, dia akan mendapatkannya. Tidak pandang, dia Muslim atau bukan, karena Allah Maha Adil.
Andaikan kita menelaah kita lebih jauh menelaah tentang makna tersirat (tafsir) dari surah An-Najm dan At-Takwir, ngga akan Hawking dan Einstein dulu yang memprediksi bahwa di alam semesta kita ada sebuah objek yang prinsip kerjanya serupa vacuum cleaner semesta (Black Hole). Karena eksistensi Black Hole sendiri sudah di nash dalam Al-Qur'an (Surah At-Takwir). Hmm.. jadi, gimana.. masih kekeuh bahwa fisika adalah ilmu umum?
Akhir kata, bolehlah kita mengaku manusia millenial, bolehlah kita canggih teknologi, tapi tetaplah berpegang teguh pada aqidah. di zaman sekarang memang, berpegang teguh pada agama itu seperti menggenggam bara api. dipegang panas, dilepas kita tak punya pegangan. ya, serba salah. tapi biarlah sepanas apapun, akhirat kita menjanjikan.
Bolehlah kita belajar bidang apapun, jangan memberi sekat dengan membedakan adanya ilmu agama dan umum, karena semua model, style, type dari ilmu adalah bersumber dari Al-Qur'an.
Akhirnya, selalu niatkan dalam hati kita saat akan memulai belajar ilmu apapun itu,
Nawaitut Ta'alluma Wat Ta'liima Wal Istifaadzata Wa Izaalatal Jahli Wasyukron Bini'matil 'Aqli Fardhon Lillahi Ta'alaa..
"Saya niat mencari ilmu untuk menghilangkan kebodohan, untuk menegakkan agama Allah, untuk mensyukuri nikmat akal karena Allah Ta'ala"
Sekian, ini hanyalah pandangan saya. mohon maaf jika pembaca memiliki beda pandangan.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Selamat siang. Di jam istirahat ini aku ingin menulis sebuah pendapat, atau sebuah aspirasi dari gadis kecil yang bernama inisial DM. Eh, bukan Direct Message yaa.. hehe.
Disini saya ingin mengatakan sebuah pengakuan tentang tindak diskriminasi yang terkadang dilakukan oleh orang-orang dikampung saya. Tapi, sepertinya kata "Diskriminasi" terkesan sangat kejam ya, enggaa.. yang mereka lakukan tidak sekejam itu kok. engga. hanya saya kurang tahu apa bahasanya. intinyaa..
Dewasa ini, orang-orang suka lupa pada akar. entah hal itu disebabkan karena pesatnya perkembangan teknologi atau karena kita dipaksa harus terbiasa untuk mengikuti era revolusi industri 4.0. Sehingga banyak hal yang susah disatukan dan dibedakan. dan salah satunya adalah..
banyak orang yang membuat klasifikasi jenis ilmu. kita perumum jadi 2 jenis yaa.. ini yang sering mereka katakan pada saya. pertama, ilmu agama. kedua, ilmu umum.
saya jadi merenung, apa itu ilmu agama dan ilmu umum?
secara sederhana, ilmu agama mencakup ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ketauhidan, syariat, muamalah, dll. atau kita kerucutkan lagi dengan menyebut subjeknya saja yaa, seperti Fiqih, Nahwu Shorrof, Ushuluddin, Tarikh, Aqidah, Risalah, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Bayan, Mantiq, Balaghah dls. Sedangkan yang katanya Ilmu Umum meliputi; Matematika, Bahasa, Biologi, Kimia, Fisika, Geografi, Klimatologi, Ekonomi, Akuntansi, Astronomi, Ilmu Teknik dls.
sehingga, mau tidak mau, saya disebut-sebut sedang mempelajari ilmu umum. sekarang saya ingin menanyakan hal yang simpel saja, sumber segala ilmu itu apa?
kita semua sudah tau kan, sumber segala ilmu adalah Al-Qur'an. baik itu ilmu yang mempelajari tentang kemanusiaan (Kedokteran, Psikologi dll), ilmu alam (Fisika, Kimia, Matematika, Bilogi dll), ilmu sosial (humas, komunikasi, parenting dll), ilmu teknologi (teknik informatika, teknik komputer, teknik elektro, teknik sipil dll) dan berbagai cabang ilmu lainnya bersumber dari Al-Qur'an. Lantas, kenapa kita masih terkotak kotakkan dengan pemikiran adanya sekat antar-ilmu, sehingga tak sadar kita membuat separasi ilmu umum dan ilmu agama. kenapa kita melakukan hal itu?
apakah dasar dari pemikiran tersebut disebabkan karena ilmu umum berasal dari barat? atau karena dikembangkan oleh bangsa barat? benar seperti itu?
sekarang kita buang jauh-jauh pemikiran sekat antar-ilmu itu. persiapkan diri kita masing-masing untuk bertafakkur dan mentadabburi isi Al-Qur'an.
Namun sebelumnya mohon maaf atas keterbatasan saya. Disini saya hanya mampu menyajikan pemikiran dalam bidang Fisika yang kerap disebut sebagai ilmu umum paling fundamental karena beberapa alasan, namun disini saya tidak akan membahas mengapa ilmu Fisika dikatakan demikian.
Baiklah, kita mulai. Dalam Fisika banyak mengkaji mengapa fenomena alam ini terjadi, kenapa dan bagaimana serta implikasi dari adanya fenomena tersebut. dalam keseharian saja, sendok besi tenggelam jika dimasukan ke air. berbeda dengan gayung plastik yang akan mengapung jika dijatuhkan ke air. Dalam Fisika, hal remeh seperti ini dipelajari, mengapa bisa terjadi. dan untuk menjelaskan fenomena tersebut, sangat perlu untuk menggunakan formula yang berasal dari data atau hasil eksperimen. setelah diketahui penyebab dan alasan terjadinya fenomena tersebut, dapatlah kita menciptakan kapal laut yang begitu besar untuk mengangkut manusia-manusia. dan sekarang pertanyaannya, kapal laut terbuat dari Baja (material yang lebih kuat dari Besi), kenapa tidak tenggelam ketika melintasi laut? yaa.. itulah Fisika. implikasi dari drama sendok besi dan gayung plastik, sehingga manusia mampu menciptakan kapal laut yang besarnya macam tuh.
Oke, kita kembali ke topik. Mengapa banyak elemen manusia yang mengatakan fisika adalah ilmu umum? apa karena Nicola Tesla, Einstein, Schrodinger, Hawking, Curie, Maxwell, Isaac Newton dan pemuka pemuka fisika lain bukan Muslim? benarkah begitu? Jika memang iya, mari kita flashback atau bernostalgia ke dinasti Abbasiyah, tepatnya ke zaman kekhalifahan Harun Ar-Rasyid. Seluruh dunia telah mengenal Ibnu Sina, Al-Kindi, Al-Jabar, Al-Khawarizmi, Al-Biruni dan seluruh ilmuwan-ilmuwan Muslim lainnya. Saya ingin bertanya, siapakah mereka? Yaah, tepat. beliau-beliau merupakan ulama' yang saintis atau bahasa famousnya ilmuwan muslim. apakah pantas orang yang bergelut dalam bidang ilmu umum disebut sebagai ulama'? hmm.. saya rasa kurang pantas. tapi dunia tahu bahwa beliau-beliau merupakan ulama muslim yang menekuni ilmu umum seperti fisika, astronomi, matematika, kimia dls. Pikiran kita terlalu sempit jika melupakan akar dari ilmu saat ini kita sebut sebagai ilmu umum.
lantas, siapa Hawking, Einstein, Schrodinger dkk tersebut?
Mereka adalah orang yang mungkin "tekun" untuk belajar fisika. sehingga mereka mampu meletakkan pondasi dalam fisika. dan mungkin hal itu yang melambungkan namanya, sehingga namanya mendunia dalam bidang fisika. dan itu wajar, karena Allah Maha Adil. Siapa yang berusaha, dia akan mendapatkannya. Tidak pandang, dia Muslim atau bukan, karena Allah Maha Adil.
Andaikan kita menelaah kita lebih jauh menelaah tentang makna tersirat (tafsir) dari surah An-Najm dan At-Takwir, ngga akan Hawking dan Einstein dulu yang memprediksi bahwa di alam semesta kita ada sebuah objek yang prinsip kerjanya serupa vacuum cleaner semesta (Black Hole). Karena eksistensi Black Hole sendiri sudah di nash dalam Al-Qur'an (Surah At-Takwir). Hmm.. jadi, gimana.. masih kekeuh bahwa fisika adalah ilmu umum?
Akhir kata, bolehlah kita mengaku manusia millenial, bolehlah kita canggih teknologi, tapi tetaplah berpegang teguh pada aqidah. di zaman sekarang memang, berpegang teguh pada agama itu seperti menggenggam bara api. dipegang panas, dilepas kita tak punya pegangan. ya, serba salah. tapi biarlah sepanas apapun, akhirat kita menjanjikan.
Bolehlah kita belajar bidang apapun, jangan memberi sekat dengan membedakan adanya ilmu agama dan umum, karena semua model, style, type dari ilmu adalah bersumber dari Al-Qur'an.
Akhirnya, selalu niatkan dalam hati kita saat akan memulai belajar ilmu apapun itu,
Nawaitut Ta'alluma Wat Ta'liima Wal Istifaadzata Wa Izaalatal Jahli Wasyukron Bini'matil 'Aqli Fardhon Lillahi Ta'alaa..
"Saya niat mencari ilmu untuk menghilangkan kebodohan, untuk menegakkan agama Allah, untuk mensyukuri nikmat akal karena Allah Ta'ala"
Sekian, ini hanyalah pandangan saya. mohon maaf jika pembaca memiliki beda pandangan.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Komentar
Posting Komentar