Kanak-kanak dan Dewasa, tantangan zaman!

Assalamu’alaikum wr wb.
Gimana kabar, sudah menjemput Ramadhan 1440 H. Gimana kabar tentangmu, Ev?
Sudah sejauh mana engkau berjalan, atau mungkin kau sudah berlari?
Hmm, nyatanya masih konstan ya?

Ev, kau sudah mulai tua. Sekarang sudah harus berpikiran dewasa. Berpikir dari banyak sudut pandang. Memahami dari banyak perspektif. Menerima jika dirimu banyak kekurangan.
Ev, kau memang akan selalu menjadi putri kecil ayahmu. Tapi itu bagi ayahmu. Tidak untuk orang lain yang sudah menuntutmu untuk berpikiran dewasa. Banyak hal yang harus diselesaikan dengan konsep berpikir dewasa.
Ev, jangan terus kekanakan, masa kanak-kanakmu sudah menjadi kenangan manis untuk kau ceritakan kembali ke anak-anakmu, bagaimana bahagiamu ketika dulu.
Aku tau, Ev! Kau tak ingin beranjak dewasa, kau ingin konstan dengan masa-masa kanak-kanakmu. Jika kau ingin menyalahkan, salahkan waktu. Tuntut saja dia. Dia sudah membawamu jauh menuju tahap dewasa.
 Tapi faktanya saat ini, kau sudah menempati tahap itu. belajarlah dewasa, dari cara berpikir terutama. Dunia kanak-kanakmu sudah terbenam di ufuk barat. Semoga ia menjadi kenangan terindah dan terlucu untuk kau ceritakan kekonyolanmu pada anak-anakmu kelak.
Jangan lagi kau teteskan air mata atas kenyataan ini, Ev!
Dewasa memang tidak mudah, Ev! Tapi kau bisa menjalaninya dengan baik.
Bertemulah dengan orang-orang yang bisa menggenapi keganjilanmu. Semoga dia bisa mengarahkanmu karena kedewasaan dan tanggungjawabnya.

Jangan berpikiran apapun selain segera menyelesaikan tugasmu sebagai putri ayahmu. Segera selesaikan jenjang ini. Dan setelah itu, terserah kau ingin seperti apaa..
Karena aku yakin, dewasamu sudah mulai tumbuh karena gempuran asa. Simpanlah cintamu dahulu, Ev. Biarkan orang yang dijodohkanNya juga menyimpan cintanya kepadamu. Karena, cinta terindah akan datang tanpa ada embel-embel “Jalani aja dulu..”


Ayah, Eva merindukanmu..
Sangat.


Puteri kecilmu, Eva. 

Komentar

Postingan Populer