Putih dan Abu-abu

 Dear semesta, hari ini tepat 1 Rojab, aku ingin bercerita seputar my parents.

Aku bahkan hampir tidak bisa membedakan bagaimana itu orang tua kandung dan bukan. Karena ayah (ayah Hadi) dan mama always love me, serupa dengan cinta kasih orang tua kandung. Aku hampir tidak bisa membedakannya.

Semesta, jauh sebelum tulisan ini ditulis, aku tidak pernah punya kesempatan untuk mengungkapkan bagaimana sayangku kepada ayah dan mama. Meskipun aku terlampau tahu, jika sayangku sangat tidak sebanding dengan kasih sayang mereka. Fyuh! Aku terlalu cengeng semesta.

Semesta, tolong sampaikan do’aku pada Tuhan agar senantiasa melimpahkan kebahagiaan kepada mereka (beliau). Kedua tanganku takkan mampu senantiasa merangkul mereka, memandang mereka, apalagi membuat mereka tersenyum saking bangganya padaku, aku mungkin tak mampu melakukan itu semesta.

Aku merasa sangat beruntung semesta, Tuhan sangat adil memang. Mungkin Tuhan akan mengambil apa yang kita punya, tapi Dia pulalah yang akan memberi kita gantinya. Tuhan sama sekali tidak akan pernah mengambil hak kita. Mungkin saat itu aku belum tahu apa-apa. Tapi aku sangat merasa cukup, dalam ketiadaannya, aku dibersamai ayah dan mama yang kasih sayangnya tak putus-putus. Juga kakak-kakak (was dan Neng) yang super power, yang tidak pernah memandang apapun dalam menyayangi adiknya. I never feel deep and alone.

Terimakasih Tuhan.

Engkau Maha Baik.

Tulisan ini ditulis dengan tinta air mata yang jatuh berkali-kali, yang tak sampai untuk menghitung betapa luasnya nikmatMu.

Ampuni saya yang sering lalai, yang sering mengabaikan nikmatMu. Yang kikir dalam bersyukur. Astaghfirullahal’aldziim.

 

Ya Allah, senantiasa berikan kebahagian untuk ayah (Akhmad Ma’shum Hadi) dan mama (Dewi Nur Laila), juga tempat teristimewa untuk Ibunda dan Ayahanda.

 

Malang, Februari 2021

 

 

Komentar